Senin, 20 Oktober 2014


Perilaku organisasi

Perilaku Organisasi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang perilaku tingkat individu dan tingkat kelompok dalam suatu organisasi serta dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja individual, kelompok, maupun organisasi). Perilaku organisasi juga dikenal sebagai studi tentang organisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari organisasi, dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomi, sosiologi, ilmu politik, antropologi dan psikologi. Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang sumber daya manusia dan psikologi industri.
Ilmu-ilmu yang memberikan kontribusi pada ilmu perilaku keorganisasian antara lain :
a.      Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya. Psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.

b.      Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.

c.       Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa.

d.      Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran Kata "Ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga."

e.       Ilmu sejarah adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu manusia. Pengetahuan sejarah meliputi pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis.

f.       Ilmu politik adalah cabang ilmu sosial yang membahas teori dan praktik politik serta deskripsi dan analisa sistem politik dan perilaku politik. Ilmu ini berorientasi akademis, teori, dan riset.

2.      Tujuan Mempelajari Perilaku Organisasi
a)      Memahami perilaku yang terjadi dalam organisasi baik itu perilaku individu maupun perilaku kelompok.
b)      Setelah memahami perilaku dalam sebuah organisasi, kita bisa meramalkan hal-hal apa saja yang bisa terjadi di masa yang akan datang, seperti konflik.
c)      Dapat mengendalikan perilaku-perilaku yang terjadi dalam organisasi. Contohnya, jika terjadi masalah dalam organisasi, kita mampu memberikan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut.

3.      Masalah dalam Organisasi
          Masalah yang sering terjadi dalam sebuah organisasi khususnya dalam hal Kepemimpinan, Pengambilan keputusan, Komunikasi dan Konflik yaitu pekerjaan yang di kerjakan oleh orang yang bukan dibidangnya, keragu-raguan dalam pengambilan keputusan, Apresiasi yang tidak tertampung, saling ketergantungan perkerjaan, adanya ketidak puasan dan perasaan tidak adil akibat kepemimpinan yang kurang baik.
          Kurangnya komunikasi menyebabkan kesalah pahaman dalam penugasan dan menyebabkan konflik. Selain itu, masih adanya pandangan tradisional dalam menghadapi konflik.
Hal-hal tersebut dapat menyebabkan sebuah organisasi atau perusahaan menjadi susah untuk maju bahkan bisa mengalami kemunduran.

4.      Teori Abraham Maslow dan Kaitannya dengan Motivasi karyawan
·         Kebutuhan yang bersifat fisiologis (lahiriyah).
Manifestasi kebutuhan ini terlihat dalam tiga hal pokok, sandang, pangan dan papan. Bagi karyawan, kebutuhan akan gaji, uang lembur, perangsang, hadiah-hadiah dan fasilitas lainnya seperti rumah, kendaraan dll. Menjadi motif dasar dari seseorang mau bekerja, menjadi efektif dan dapat memberikan produktivitas yang tinggi bagi organisasi.
·         Kebutuhan keamanan dan keselamatan kerja (Safety Needs).
Kebutuhan ini mengarah kepada rasa keamanan, ketentraman dan jaminan seseorang dalam kedudukannya, jabatan-nya, wewenangnya dan tanggung jawabnya sebagai karyawan. Dia dapat bekerja dengan antusias dan penuh produktivitas bila dirasakan adanya jaminan formal atas kedudukan dan wewenangnya.

·         Kebutuhan sosial (Social Needs).
Kebutuhan akan kasih sayang dan bersahabat (kerjasama) dalam kelompok kerja atau antar kelompok. Kebutuhan akan diikutsertakan, mening-katkan relasi dengan pihak-pihak yang diperlukan dan tumbuhnya rasa kebersamaan termasuk adanya sense of belonging dalam organisasi.
·         Kebutuhan akan prestasi (Esteem Needs).
Kebutuhan akan kedudukan dan promosi dibidang kepegawaian. Kebutuhan akan simbul-simbul dalam statusnya seseorang serta prestise yang ditampilkannya.
·         Kebutuhan mempertinggi kapisitas kerja (Self actualization).
Setiap orang ingin mengembangkan kapasitas kerjanya dengan baik. Hal ini merupakan kebutuhan untuk mewujudkan segala kemampuan (kebolehannya) dan seringkali nampak pada hal-hal yang sesuai untuk mencapai citra dan cita diri seseorang. Dalam motivasi kerja pada tingkat ini diperlukan kemampuan manajemen untuk dapat mensinkronisasikan antara cita diri dan cita organisasi untuk dapat melahirkan hasil produktivitas organisasi yang lebih tinggi.
Teori Maslow tentang motivasi secara mutlak menunjukkan perwujudan diri sebagai pemenuhan (pemuasan) kebutuhan yang bercirikan pertumbuhan dan pengembangan individu. Perilaku yang ditimbulkannya dapat dimotivasikan oleh manajer dan diarahkan sebagai subjek-subjek yang berperan. Dorongan yang dirangsang ataupun tidak, harus tumbuh sebagai subjek yang memenuhi kebutuhannya masing-masing yang harus dicapainya dan sekaligus selaku subjek yang mencapai hasil untuk sasaran-sasaran organisasi.

5.      Tujuh Karakteristik Budaya perusahaan
a.       Inovasi dan keberanian mengambil risiko. Karyawan diharapkan mampu berinovasi melalui ide-ide kreatif serta mau mengambil resiko dari Inovasi yang dibuatnya.
Contohnya : karyawan bagian Produksi, dituntut untuk menciptakan produk baru dan berani mengambil resiko jika produknya kurang diminati di masyarakat.
b.      Perhatian pada hal-hal rinci. Karyawan harus memperhatikan pekerjaannya secara keseluruhan. Dari yang terbesar sampai yang terkecil.
Contohnya : memperhatikan produk yang akan di pasarkan, jangan sampai ada produk yang rusak.
c.       Orientasi hasil. Disini Manajemen di tuntut untuk memberikan hasil yang maksimal.
Contohnya : Perusahaan elektronik menargetkan Hasil/produk 1000 unit dalam sebulan, sehingga perusahaan berusaha memenuhi target tersebut sehingga kurang memperhatikan proses dalam pengerjaannya.
d.      Orientasi Orang. Hasil-hasil keputusan manajemen diharapkan mampu memberikan efek positif bagi orang – orang yang berada dalam organisasi.
Contohnya : memenuhi kebutuhan yang bersifat fisiologis seperti kenaikan gaji, fasilitas serta keamanan dan keselamatan kerja.
e.       Orientasi Tim. Setiap karyawan di harapkan mampu untuk bekerja secara berkelompok/tim. Tidak melakukan tugas secara sendiri-sendiri. Karena Setiap pekerjaan yang dikerjakan sendiri akan sulit mencapai hasil (sempit). Sebaliknya apabila dikerjakan bersama-sama akan menjadi mudah (lapang).
Contohnya : Merakit sebuah mobil, apabila di kerjakan secara individu hanya menghasilkan 1 buah mobil perbulan. Namun, apabila di kerja bersama/Tim sebanyak 3 orang akan menghasilkan 4 buah mobil perbulan.
f.       Keagresifan. Karyawan di tuntut untuk bekerja keras dibidangnya masing-masing sehingga tercapainya suatu tujuan secara optimal.
Contohnya : Mengurangi istirahat yang berlebihan saat sedang bekerja / bersantai-santai.
g.      Kestabilan. Berusaha mempertahankan atau tidak merubah kegiatan utama organisasi sehingga dapat mengukur pertumbuhan





Perilaku organisasi

Perilaku Organisasi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang perilaku tingkat individu dan tingkat kelompok dalam suatu organisasi serta dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja individual, kelompok, maupun organisasi). Perilaku organisasi juga dikenal sebagai studi tentang organisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari organisasi, dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomi, sosiologi, ilmu politik, antropologi dan psikologi. Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang sumber daya manusia dan psikologi industri.
Ilmu-ilmu yang memberikan kontribusi pada ilmu perilaku keorganisasian antara lain :
a.      Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya. Psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.

b.      Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.

c.       Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa.

d.      Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran Kata "Ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga."

e.       Ilmu sejarah adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu manusia. Pengetahuan sejarah meliputi pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis.

f.       Ilmu politik adalah cabang ilmu sosial yang membahas teori dan praktik politik serta deskripsi dan analisa sistem politik dan perilaku politik. Ilmu ini berorientasi akademis, teori, dan riset.

2.      Tujuan Mempelajari Perilaku Organisasi
a)      Memahami perilaku yang terjadi dalam organisasi baik itu perilaku individu maupun perilaku kelompok.
b)      Setelah memahami perilaku dalam sebuah organisasi, kita bisa meramalkan hal-hal apa saja yang bisa terjadi di masa yang akan datang, seperti konflik.
c)      Dapat mengendalikan perilaku-perilaku yang terjadi dalam organisasi. Contohnya, jika terjadi masalah dalam organisasi, kita mampu memberikan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut.

3.      Masalah dalam Organisasi
          Masalah yang sering terjadi dalam sebuah organisasi khususnya dalam hal Kepemimpinan, Pengambilan keputusan, Komunikasi dan Konflik yaitu pekerjaan yang di kerjakan oleh orang yang bukan dibidangnya, keragu-raguan dalam pengambilan keputusan, Apresiasi yang tidak tertampung, saling ketergantungan perkerjaan, adanya ketidak puasan dan perasaan tidak adil akibat kepemimpinan yang kurang baik.
          Kurangnya komunikasi menyebabkan kesalah pahaman dalam penugasan dan menyebabkan konflik. Selain itu, masih adanya pandangan tradisional dalam menghadapi konflik.
Hal-hal tersebut dapat menyebabkan sebuah organisasi atau perusahaan menjadi susah untuk maju bahkan bisa mengalami kemunduran.

4.      Teori Abraham Maslow dan Kaitannya dengan Motivasi karyawan
·         Kebutuhan yang bersifat fisiologis (lahiriyah).
Manifestasi kebutuhan ini terlihat dalam tiga hal pokok, sandang, pangan dan papan. Bagi karyawan, kebutuhan akan gaji, uang lembur, perangsang, hadiah-hadiah dan fasilitas lainnya seperti rumah, kendaraan dll. Menjadi motif dasar dari seseorang mau bekerja, menjadi efektif dan dapat memberikan produktivitas yang tinggi bagi organisasi.
·         Kebutuhan keamanan dan keselamatan kerja (Safety Needs).
Kebutuhan ini mengarah kepada rasa keamanan, ketentraman dan jaminan seseorang dalam kedudukannya, jabatan-nya, wewenangnya dan tanggung jawabnya sebagai karyawan. Dia dapat bekerja dengan antusias dan penuh produktivitas bila dirasakan adanya jaminan formal atas kedudukan dan wewenangnya.

·         Kebutuhan sosial (Social Needs).
Kebutuhan akan kasih sayang dan bersahabat (kerjasama) dalam kelompok kerja atau antar kelompok. Kebutuhan akan diikutsertakan, mening-katkan relasi dengan pihak-pihak yang diperlukan dan tumbuhnya rasa kebersamaan termasuk adanya sense of belonging dalam organisasi.
·         Kebutuhan akan prestasi (Esteem Needs).
Kebutuhan akan kedudukan dan promosi dibidang kepegawaian. Kebutuhan akan simbul-simbul dalam statusnya seseorang serta prestise yang ditampilkannya.
·         Kebutuhan mempertinggi kapisitas kerja (Self actualization).
Setiap orang ingin mengembangkan kapasitas kerjanya dengan baik. Hal ini merupakan kebutuhan untuk mewujudkan segala kemampuan (kebolehannya) dan seringkali nampak pada hal-hal yang sesuai untuk mencapai citra dan cita diri seseorang. Dalam motivasi kerja pada tingkat ini diperlukan kemampuan manajemen untuk dapat mensinkronisasikan antara cita diri dan cita organisasi untuk dapat melahirkan hasil produktivitas organisasi yang lebih tinggi.
Teori Maslow tentang motivasi secara mutlak menunjukkan perwujudan diri sebagai pemenuhan (pemuasan) kebutuhan yang bercirikan pertumbuhan dan pengembangan individu. Perilaku yang ditimbulkannya dapat dimotivasikan oleh manajer dan diarahkan sebagai subjek-subjek yang berperan. Dorongan yang dirangsang ataupun tidak, harus tumbuh sebagai subjek yang memenuhi kebutuhannya masing-masing yang harus dicapainya dan sekaligus selaku subjek yang mencapai hasil untuk sasaran-sasaran organisasi.

5.      Tujuh Karakteristik Budaya perusahaan
a.       Inovasi dan keberanian mengambil risiko. Karyawan diharapkan mampu berinovasi melalui ide-ide kreatif serta mau mengambil resiko dari Inovasi yang dibuatnya.
Contohnya : karyawan bagian Produksi, dituntut untuk menciptakan produk baru dan berani mengambil resiko jika produknya kurang diminati di masyarakat.
b.      Perhatian pada hal-hal rinci. Karyawan harus memperhatikan pekerjaannya secara keseluruhan. Dari yang terbesar sampai yang terkecil.
Contohnya : memperhatikan produk yang akan di pasarkan, jangan sampai ada produk yang rusak.
c.       Orientasi hasil. Disini Manajemen di tuntut untuk memberikan hasil yang maksimal.
Contohnya : Perusahaan elektronik menargetkan Hasil/produk 1000 unit dalam sebulan, sehingga perusahaan berusaha memenuhi target tersebut sehingga kurang memperhatikan proses dalam pengerjaannya.
d.      Orientasi Orang. Hasil-hasil keputusan manajemen diharapkan mampu memberikan efek positif bagi orang – orang yang berada dalam organisasi.
Contohnya : memenuhi kebutuhan yang bersifat fisiologis seperti kenaikan gaji, fasilitas serta keamanan dan keselamatan kerja.
e.       Orientasi Tim. Setiap karyawan di harapkan mampu untuk bekerja secara berkelompok/tim. Tidak melakukan tugas secara sendiri-sendiri. Karena Setiap pekerjaan yang dikerjakan sendiri akan sulit mencapai hasil (sempit). Sebaliknya apabila dikerjakan bersama-sama akan menjadi mudah (lapang).
Contohnya : Merakit sebuah mobil, apabila di kerjakan secara individu hanya menghasilkan 1 buah mobil perbulan. Namun, apabila di kerja bersama/Tim sebanyak 3 orang akan menghasilkan 4 buah mobil perbulan.
f.       Keagresifan. Karyawan di tuntut untuk bekerja keras dibidangnya masing-masing sehingga tercapainya suatu tujuan secara optimal.
Contohnya : Mengurangi istirahat yang berlebihan saat sedang bekerja / bersantai-santai.
g.      Kestabilan. Berusaha mempertahankan atau tidak merubah kegiatan utama organisasi sehingga dapat mengukur pertumbuhan




MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.

·         Aktivitas manajemen

Manajemen keuangan berhubungan dengan 3 aktivitas, yaitu:
  1. Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
  2. Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan.
  3. Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola seefisien mungkin.

Fungsi Manajemen Keuangan

Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi Manajemen Keuangan:
  1. Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
  2. Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
  3. Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
  4. Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
  5. Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
  6. Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
  7. Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
  8. Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi
Bila dikaitkan dengan tujuan ini, maka fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut:
  1. Melakukan pengawasan atas biaya
  2. Menetapkan kebijaksanaan harga
  3. Meramalkan laba yang akan datang
  4. Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja

Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan.

Analisis Sumber Dana dan Penggunaannya

Analisis sumber dana atau analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer keuangan. Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan asal perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana dan penggunaan dana. Alat analisis yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi keuangan perusahaan adalah analisis rasio dan proporsional.
Langkah pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana.
Pada umumnya rasio keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu:
  1. Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya.
  2. Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan.
  3. Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta.
  4. Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
  5. Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri.
  6. Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian.

http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_keuangan

 

 


AKUNTANSI 1-H

AKUNTANSI 1-H
BEAT BOX :D Foto ini di ambil waktu kita seru-seruan bareng ,walau pun ngk semua anak satu kelas ikut tpi foto ini mewakilkan ke kompakan kelas 1-h akuntansi :D